Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
Your Ad Here

Tuesday, August 18, 2009

ANDALUSIA

ANDALUSIA

Nama sebuah wilayah yang dikenal dalam dunia Arab dan dunia Islam untuk menyebutkan semenanjung Liberia, wilayah itu kini terdiri atas Spanyol dan Portugal.

Andalusia dikenal sejak dikuasai oleh Yunani, kemudian oleh kekaisaran Romawi. Pada zaman Romawi agama kristen menyebar luas di Andalusia. Setelah itu Andalusia dikuasai kerajaan Visigoth. Karena Raja Roderick (w. 711) memerintah dengan sewenang-wenang, Julian, keluarga Roderick yang menjadi gubernur di Ceuta, menaruh dendam kepadanya. Akibat dendam tersebut Julian meminta bantuan militer kepada kekuasaan Islam.

Ketika itu Dinasti Umayyah dipegang oleh Khalifah al-Walid bin Abdul Malik (al-Walid I), khalifah keenam. Ia menunjuk Musa bin Nusair sebagai gubernur di Afrika utara. Pada masa kepemimpinan Musa bin Nusair, Afrika bagian barat dapat dikuasai kecuali Sabtah (Ceuta) yang pada waktu itu dibawah kekuasaan Bizantium. Ketika inilah pasukan Islam mampu menguasai bagian barat sampai ke Andalusia.

Kerja sama yang ditawarkan Julian kepada tentara Islam yang ketika itu dipimpin oleh Musa bin Nusair diterima dengan baik. Setelah mendapat persetujuan dari Khalifah al-Walid I, Musa bin Nusair memerintahkan Panglima Tariq bin Abdul Malik an-Nakha'i melakukan penjajakan awal dengan membawa 400 tentara dengan 100 pasukan berkuda memasuki wilayah Andalusia pada tahun 710. Pada tahun 711, Musa bin Nusair mengutus Tariq bin Ziyad untuk melanjutkan penyerangan ke Andalusia dengan pasukan yang lebih besar. Ini merupakan masa pertama bagi Islam memasuki Andalusia. Tariq bin Ziyad memimpin pasukan yang berjumlah kurang lebih 7.000 (bahkan ada yang menyebutkan 12.000 orang Barbar) untuk menyerbu Andalusia. Pasukan yang dipimpinnya mendarat di sebuah bukit, yang kemudian diabadikan sesuai dengan namanya yaitu "Jabar Tariq" atau Jibraltar.

Pasukan Tariq bin Ziyad berhasil mengalahkan Raja Roderick yang tewas dalam pertempuran itu. Kemenangan ini menjadi modal baginya untuk menaklukkan kota-kota lainnya seperti Cordoba, Archedonia, Malaga, Elvira dan Toledo yang merupakan pusat Kerajaan Visigoth. Mendengar keberhasilan pasukan Islam, maka Musa bin Nusair memmpin pasukan Islam pada tahun 712 melewati jalan yang belum dilalui pasukan Tariq. Pasukan Musa bin Nusair ini melewati pantai barat Semenanjung dan berhasil menaklukkan kota-kota yang dilewatinya, antara lain Sevilla dan Merida. Pasukan Musa bin Nusair bertemu dengan pasukan Tariq bin Ziyad di kota Toledo. Dengan bergabungnya dua pasukan, daerah yang mereka kuasai semakin meluas sampai ke utara seperti Zaragosa, Teroofona, dan Barcelona.

Setelah berakhirnya Bani Umayyah, Andalusia terpecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil yang disebut dengan istilah Muluk at-Tawa'if (raja-raja kelompok), sebagaimana munculnya dinasti-dinasti kecil di bagian timur. Dinasti-dinasti kecil itu antara lain Bani Abbad di Sevilla, Bani Hud di Zaragosa, Bani Zun-Nun di Toledo, Bani Ziri di Granada, dan Bani Hammud di Cordoba dan Malaga. Sesudah Muluk at-Tawa'if, muncullah Dinasti Murabitun yang berkuasa pada 1090-1147, kemudian Dinasti Muwahidun pada tahun 1147-1232, dan selanjutnya Dinasti Bani Nasir pada tahun 1232-1492.

Ketiga dinasti tersebut di atas mencapai kemajuan di berbagai bidang dam mengalami zaman keemasan ilmu pengetahuan dan berhasil memunculkan lembaga-lembaga pendidikan terkenal yang kemudian menelurkan para ilmuan ternama.

Ilmu pengetahuan berkembang dengan perantraan bahasa Arab, orang-orang Andalusia muslim atau non-muslim menerima dan mempelajari bahasa Arab. Akibatnya lahirlah ahli bahasa diantaranya Ibnu Khuruf, Ibnu al-Hajj, Abu Hasan, Ibnu Asfur, Abu Hayyan al-Garnati, dan Ibnu Malik yang mengarang kitab Alfiyah (buku tata bahasa Arab yang disusun dalam bentuk seribu syair).

Filsuf-filsuf besar yang lahir dalam periode ini antara lain Ibnu Tufail (w.1185) yang menuliskan buku Hayy Ibn Yaqzan (buku filsafat yang berisikan cerita tentang seorang anak yang dipelihara seekor rusa; filsafat akal dan wahyu), Ibnu Bajjah (w. 1138) yang dalam literatur Barat dikenal dengan Avenpace dan merupakan komentator terhadap karya-karya Aristoteles, dia juga seorang ahli fisika dan ahli musik, karyanya yang utama adalah Tadbir al-Mutawahhid. Kemudian juga ada tokoh besar yaitu Ibnu Rusyd (1126-1198) yang memberikan jawaban atas serangan al-Ghazali dalam bukunya Tahafut at-Tahafut, dan komentar terhadap karya Aristoteles Jami' Talkhis. Karena pengaruh mereka yang besar, di Eropa muncul suatu aliran filsafat yang dikenal dengan nama Averoisme.

Di bidang keagamaan di Andalusia lahir tokoh-tokoh seperti : di bidang tafsir al-Qur'an yaitu Ibnu Atiah dan al-Qurthubi, dua mufassir ini menggunakan metode penulisan at-Tabari yang dikenal dengan Tafsir bi al-Ma'sur. Di bidang hadits terdapat beberapa pakar seperti Ibnu Waddah bin Abdul Barr, al-Qadi bin Yahya al-Laisi, Abdul Walid al-Baji, Abdul Walid bin Rusyd, dan Abu Asim yang menulis kitab at-Tuhfah. Di bidang fiqih muncul beberapa ilmuan terkemuka seperti Abu Bakar al-Qutiyah, Ibn Hazm yang menulis kitab al-Muhalla dan al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam, Munzir bin Sa'id al-Balluti yang pernah menjadi hakim agung di masa pemerintahan Abdurahman III., dan Ibnu Rusyd dengan kitabnya yang bernama Bidayah al-Mujtahid. Di bidang tasawwuf, Andalusia memiliki tokoh-tokoh terkemuka seperti Muhyiddin Ibnu Arabi, seorang sufi ternama yang menghasilkan banyak karya tulis, antara lain al-Futuhat al-Makkiyah dan tokoh ini terkenal dengan paham Wahdatul Wujudnya.

Di bidang kedokteran Andalusia juga mencapai kejayaanya. Cordoba sebagai salah satu pusat aktifitas medis telah melahirkan beberapa ilmuawan terkemuka. Di antara ilmuwan yang banyak jasanya terhadap perkembangan ilmu medis Islam ialah Ibnu Rusyd yang menghasilkan karya besar Kitab al-Kulliyyat fi at-Tibb, suatu kitab referensi yang digunakan selama berabad-abad di Eropa. Di bidang obat-obatan dikenal nama-nama seperti Abu Ja'far Ahmad bin Muhammad al-Gafiqi dengan karyanya al-Adawiyah al-Mufradah dan juga Abu Zakaria Yahya bin Awwam dengan karyanya yang berjudul al-Filahat.

Begitu banyak kemajuan yang telah dicapai Andalusia saat dikuasai oleh Islam, baik itu dari bidang intelektualitas dan seluruh aspeknya. Irigasi dan pengairan yang baik memberikan kontribusi yang besar bagi kemakmuran daulah ini. Kota Cordoba dilengkapi dengan taman dan, istana, jalan-jalan, masjid, perpustakaan, perkantoran dan lain-lain. Kota yang termagah adalah kota az-Zahra yang dibangun oleh Abdurrahman III dan kota Granada yang cantik dan megah dan memiliki al-Hambra yang sangat terkenal di seluruh dunia. Cordoba juga terkenal dengan Universita Cordoba. Universitas ini memiliki kampus yang luas dan megah yang dibangun oleh al-Hakam II Abdurahman III.

Andalusia di bawah kekuasaan Islam mengalami kemajuan pesat dan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan sehingga menjadi tujuan pencari ilmu di Abad Pertengahan. Kemajuan tersebut secara berangsur-angsur pudar dan akhirnya menghilang. Yang tertinggal hanyalah sebuah peninggalan sejarah masa lampau yang gemilang. Munculnya dinasti-dinasti kecil mengakibatkan disintegrasi kekuatan Islam di Andalusia. Mereka saling berperang dan bahkan di adu domba oleh pihak ketiga. Sementara dinasti-dinasti kecil saling berperang, kekuatan kristen mulai bersatu untuk menaklukkan kekuasaan Islam di Andalusia. Secara politik kekuatan Islam berakhir pada penghujung abad ke-15, yang ditandai dengan kekalahan demi kekalahan kerajaan Islam. Pada tahun 1469 kerajaan Ferdinand dari Aragon dan kerajaan Isabella dari Castillia bersatu menyerang kekuatan Islam di bawah kekuasaan Dinasti Amhar di Granada yang terkenal dengan al-Hambra. Pada tanggal 2 Januari 1492, ibu kota Granada di kepung dan ditaklukkan oleh penguasa kristen.

Setelah orang-orang kristen menguasai Andalusia, gerakan kristenisasi mulai digencarkan dan seluruh masyarakat Andalusia diperintahkan untuk menganut agama kristen atau keluar dari Andalusia.

0 comments:

Comments

  © Islamic Ways Psi by Journey To Heaven 2008

Back to TOP